Please enable JavaScript!
Bitte aktiviere JavaScript!
S'il vous plaît activer JavaScript!
Por favor,activa el JavaScript!
antiblock.org

Macam-Macam / Jenis Chipset yang Dipakai Smartphone dan Tablet

Macam-Macam / Jenis Chipset yang Dipakai Smartphone dan Tablet

Advertisement

Advertisement



Suatu perangkat lunak pastinya tidak akan bekerja jika tak ada perangkat keras pendukung. Begitu juga dengan suatu gadget Android yang performanya amat membutuhkan dalam paduan system on chip para vendor. Dengan hadirnya Android Marshmallow, para vendor juga ramai-ramai meluncurkan perangkat keras baru yang dikabarkan sudah dapat berjalan pada sistem operasi Marshmallow tersebut. umumnya suatu chipset yang diluncurkan oleh para vendor sesaat dua sampai tiga tahun lalu dapat mengoperasikan sistem operasi Android Marshmallow. Pertanyaannya kenapa sekarang ini ponsel pintar lawas tak kebagian pembaharuan sistem operasi tersebut? Menjawab pertanyaan tersebut memang ada beberapa kendalanya. Dua di antaranya merupakan keinginan vendor gadget cerdas dan juga tersedianya driver dari vendor chipset.

Macam-Macam / Jenis Chipset yang Dipakai Smartphone dan Tablet

Dalam membuat sistem untuk smartphone lawas, para vendor rata-rata musti meyediakan sumber daya banyak. Kemudian, keuntungan dari penjualan suatu smartphone akan didapat jika para vendor merilis produk anyarnya dengan menyuntikan sistem operasi baru. Hal tersebutlah yang sebetulnya bakal diminimalisir oleh Google dengan produk AndroidOne miliknya. Tentu anda sudah mengetahui tentang ponsel AndroidOne keluaran pertama yang saat ini telah mengoperasikan Marshmallow tanpa hambatan. Kemudian juga, mungkin anda pernah mendengar NVIDIA merilis Tegra 2. Nah, Di tahun ini chipset terbaru apa saja sih yang sudah bisa mengoperasikan Android Marshmallow? Yuk kita bahas System on Chip yang sering dipakai oleh para vendor smartphone.

Qualcomm sekarang ini begitu di kenal dengan SoC Snapdragon. Qualcomm adalah satu diantara produsen SoC yang mendesain chipset mereka sendiri termasuk juga prosesornya. Hal semacam ini lantaran Qualcomm mempunyai lisensi arsitektur untuk merubah design processor menurut kehendak mereka sendiri, meskipun masihlah mengusung arsitektur ARM. Terkecuali Qualcomm, Apple dengan processor seri A serta NVIDIA dengan Denvers juga mempunyai lisensi yang sama.

Soc Qualcomm Snapdragon 820

Pada tahun 2016, Qualcomm mengenalkan Snapdragon 820 yang memakai processor paling baru design mereka sendiri yang dinamakan Kryo. Processor pertama Qualcomm yang mensupport 64 bit ini adalah penerus dari Krait yang dipakai pada Snapdragon 801. Terkecuali CPU Kryo, pada SoC Snapdragon 820 juga sudah dilengkapi dengan GPU yang dulunya punya AMD, Adreno dengan seri 530. DSP yang dipakai pada SoC ini yaitu Hexagon 680.

Snapdragon 820 juga pertama kalinya di desain untuk mensupport heterogeneous computing. Hal semacam ini sudah pasti bakal bikin SoC paling baru Qualcomm itu agar bisa memadukan beberapa fungsi dari core processor dari CPU, GPU, serta DSP (Digital Signal Processor) hingga kemampuannya bakal jauh tambah baik serta menggunakan lebih sedikit daya. Oleh karenanya, Qualcomm menjanjikan kemampuan serta efisiensi sejumlah 2 x lipat dibanding SoC 810 mereka yang memakai processor ARM Cortex 57.

Pada segmen smartphone murah serta mainstream, Qualcomm juga mempunyai seri 200, 400, serta 600. Spesial untuk Snapdragon 410 serta 615, ke-2 chipset ini telah bikin Mediatek tak akan jadi pilihan murah pada tahun 2015 lantas. Sudah pasti, hal semacam ini karena Qualcomm sukses jual chipset yang sudah mensupport 4G dengan harga yang terjangkau.

Chipset Mediatek
Mediatek mungkin saja adalah satu produsen SoC yang kerap digunakan pada smartphone serta tablet yang mempunyai harga terjangkau. Seringkali, beberapa orang mencap SoC yang satu ini sebagai chipset murahan. Walau sebenarnya, hingga sekarang ini kwalitas Mediatek tak pernah menyangsikan. Sebelumnya bikin SoC untuk smartphone serta tablet, perusahaan asal Taiwan ini pernah di kenal dengan chipset terbaiknya yang bikin produsen optical drive Lite-On ogah untuk pilih chipset lain.

Chipset Mediatek SoC Helio X20

Mengawali kiprah mereka pada dunia hp di tahun 2009, sekarang ini Mediatek juga jadi satu diantara produsen yang ditakuti beberapa kompetitornya. Hal semacam ini lantaran Mediatek dapat bikin chipset berkwalitas tinggi yang di bandrol dengan harga yang terjangkau. Sayangnya, laju Mediatek pada kelas terjangkau dijegal oleh Qualcomm pada tahun 2015.

Mediatek juga mempunyai chipset andalan yang mereka namakan Helio. Helio x10 serta x20 telah mulai mengedar dipasaran serta bikin piranti mempunyai harga lebih murah. Kemampuan yang di tawarkan oleh ke-2 Helio ini juga kelihatannya juga sudah tingkatkan standard satu smartphone kelas mainstream.

Mediatek cuma mempunyai lisensi ARM core, yang bermakna kalau tiap-tiap SoC dari Mediatek bakal memakai design processor asli dari ARM tidak ada pergantian. Tersebut kenapa tiap-tiap SoC Mediatek senantiasa memakai CPU Cortex, seperti Cortex A53 atau A57. Mediatek juga mempunyai lisensi Mali dari ARM.

Chipset Intel
Intel adalah hanya satu produsen chipset yang masuk ke pasar gadget serta masihlah memakai arsitektur instruksi yang mereka punyai, x86. Uniknya, chipset Atom yang mereka pakai pada pertama kalinya masuk ke pasar smartphone kemampuannya serupa dengan Atom pertama yang di keluarkan pada tahun 2008. Kemampuan yang dipunyainya juga memaksa beberapa kompetitornya untuk membuat chipset yang lebih kencang lagi.

Chipset Intel SoC Atom Silvermont

Sekarang ini, Intel sudah mempunyai arsitektur Atom baru yang dinamakan Silvermont. Arsitektur itu juga sudah dipakai pada sebagian smartphone seperti Zenfone 2, Lenovo P90, serta lain sebagainya. Bukan sekedar pada smartphone saja, chipset yang memakai arsitektur Silvermont ini dapat dipakai pada piranti PC mungil seperti ComputeStick, tablet, netbook, serta lain sebagainya.

Waktu dipakai untuk piranti dengan system operasi Android, Intel bekerja sama juga dengan Imagination Technologies untuk tehnologi GPU mereka. Intel memakai IGP mereka sendiri waktu piranti yang dipakai menggunakan system operasi Windows.
Intel sekarang ini telah mempunyai Airmont yang baru dipakai pada Microsoft Surface 3. Beritanya, tak lama lagi kita bakal dapat lihat processor yang di produksi dengan sistem pabrikasi 14 nm ini dipakai pada smartphone.

Chipset Samsung
Sama dengan Mediatek, Samsung juga mempunyai lisensi ARM Core yang bikin SoC mereka yang sekarang ini di kenal dengan nama Exynos masihlah memakai design processor serta GPU Mali dari ARM. Sekarang ini, Samsung cuma jual lini flagship smartphone mereka di Indonesia dengan chipset Exynos. Di Amerika, Samsung jual smartphone flagship mereka dengan chipset dari Qualcomm.
Chipset Samsung SoC Exynos 8890

Terkecuali lisensi ARM Core, nyatanya Samsung juga mempunyai lisensi arsitektur ARM. Perihal ini pula yang bikin kita bisa temukan satu processor baru yang diberi nama Exynos M1 pada SoC Exynos 8890 yang digunakan pada Galaxy S7. M1 mempunyai design yang serupa dengan Cortex A72 dengan sedikit perbaikan ditambah tehnologi cache Samsung Coherent Interconnect untuk tingkatkan performanya.

Samsung Exynos juga mempunyai modem LTE yang telah mensupport Cat 13. Karena tehnologi 3x Carrier Aggregation, hal semacam ini sangat mungkin pemakainya untuk lakukan download dengan kecepatan hingga 600 Mbps serta unggah sampai 150 Mbps.

Chipset HiSilicon
Bila Anda pemakai Huawei, sudah pasti telah tak asing lagi dengan chipset HiSilicon. HiSilicon atau Haisi Semiconductor Limited Company adalah satu perusahaan punya Huawei yang mendesain chipset untuk piranti gadget. Perusahaan ini mempunyai lisensi core ARM untuk prosesornya serta beli lisensi dari Vivante untuk GPU mereka. Walau bagaimanapun, kelihatannya GPU Vivante tak akan dipakai oleh HiSilicon serta mereka menggunakan Mali pada SoC Kirin-nya.

Chipset Huawei HiSilicon SoC Kirin

Pemakaian nama Kirin sendiri diawali oleh Huawei pada tahun 2014 lantas. Terlebih dulu, Huawei memakai nama seri K3 pada lini SoC nya. SoC Kirin ini dapat di pasarkan untuk kelas mainstream ke atas. Pada kelas performa, Huawei mempunyai Kirin 950 yang sudah memakai processor terkencang ARM sekarang ini, Cortex A72.

Chipset NVIDIA
NVIDIA mengawali kiprah chipset mobile mereka pada tahun 2008. Sayangnya, lini Tegra pada tahun-tahun awalannya kelihatannya kurang memerhatikan beberapa pemakainya. Hal semacam ini diperlihatkan dengan kesusahan dari beberapa developer untuk mencari driver untuk chipset mereka. Barulah ketika sang pencipta Linux mengkritik keras NVIDIA, perusahaan itu segera mengatur support mereka.

Chipset Soc Nvidia Tegra X1

Pada segi SoC-nya sendiri, Tegra adalah satu diantara chipset terkencang yang pernah ada. Pada sekarang ini juga, NVIDIA sudah memasukkan tehnologi GPU terkencang mereka, Maxwell kedalam satu diantara SoC paling barunya, Tegra X1. Sayangnya, SoC ini mempunyai satu kekurangan : mengkonsumsi daya yang cukup besar.

Sedikit juga produsen yang mengambil SoC NVIDIA Tegra untuk smartphone serta tablet mereka. Mungkin saja, hal semacam ini karena NVIDIA lebih fokus untuk sediakan chipset mereka ke industri otomotif seperti smartcar serta lain sebagainya. Pastinya, pemakaian daya yang besar akan tidak sangat punya pengaruh waktu memakai sumber daya yang besar juga.

Advertisement

Ditulis Oleh : Wiedha Nurul Fatimah

Artikel Macam-Macam / Jenis Chipset yang Dipakai Smartphone dan Tablet

Terima kasih sudah membaca artikel ini. Jika tulisan ini bermanfaat silahkan di share dengan mengklik tombol share diatas artikel ini.