Please enable JavaScript!
Bitte aktiviere JavaScript!
S'il vous plaît activer JavaScript!
Por favor,activa el JavaScript!
antiblock.org

Tahun 2017, Semua Smartphone 4G Impor Harus Berbahan Dari Indonesia

Tahun 2017, Semua Smartphone 4G Impor Harus Berbahan Dari Indonesia

Advertisement

Advertisement



Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Perdagangan setuju dengan membuat syarat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) gadget impor musti 40% berbahan lokal. Jikalau tidak terpenuhi, maka gadget tersebut dipastikan tidak akan masuk tanah air. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, jika gadget tersebut tidak berbahan lokal sedikitnya 40%, maka tidak akan ada izin masuk, artinya tidak akan ada penjualan gadget dari luar yang masuk ke pasaran indonesia. MISALKAN Apple iPhone 6, gadget ini masih baru beberapa minggu ke pasaran, namun belum sampai ke Indonesia secara resmi. Nah jika bahan bahan pembuatan iPhone ini tidak memiliki kandungan lokal seperti baterai, casing, charger dan lain lain, maka iPhone tidak akan diizinkan masuk ke Indonesia.

Tahun 2017, Semua Smartphone 4G Impor Harus Berbahan Dari Indonesia

TKDN tersebut mulai diresmikan buat semua ponsel cerdas 4G yang masuk k‎e tanah air per tanggal 1 Januari 2017 yang akan datang. Nah, untuk sekarang ini tetap bisa masuk ke Indonesia, dan tersisa waktu 2 tahun lagi waktu yang dibutuhkan buat keseluruhan vendor gadget di dunia. Syarat TKDN yang disetujui tersebut artinya ponsel pintar impor musti memiliki beberapa bahan bahan produk tanah air minimal 40% dari total kesemua perangkatnya. Selain itu juga, 60% lainnya bisa diizinkan berstatus produk luar negeri.

Bahan bahan atau perangkat dari Indonesia tersebut bisa saja berupa perangkat keras seperti baterai atau juga perangkat lunak. Jika memang demikian, otomatis para vendor pembuat smartphone musti siap membangun pabrik di tanah air. Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos Informatika mengatakan jika perusahaan dapat 2 opsi buat memenuhi syarat tersebut; membangun industri atau kerja sama. "Musti punya dulu pabrik rakitan atau bisa dengan kerja sama. Jadi (kalau kerja sama) tidak membutuhkan pabrik di Indonesia," ujarnya. "Contohnya PT Satnusa yang ada di Batam. Mereka hanya perlu satu ruangan, ban berjalan, kemudia ada orang-orangnya yang memasang perangkat lunak," ucap Budi.

Advertisement

Ditulis Oleh : Wiedha Nurul Fatimah

Artikel Tahun 2017, Semua Smartphone 4G Impor Harus Berbahan Dari Indonesia

Terima kasih sudah membaca artikel ini. Jika tulisan ini bermanfaat silahkan di share dengan mengklik tombol share diatas artikel ini.